Tak Ingin Wariskan Generasi Lemah, LDII Kepri Gerak Cepat Gelar Retret Permata CAI

Batam – DPW LDII Kepulauan Riau tak membuang waktu. Baru saja mengikuti Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (Permata CAI) ke-47 di Bumi Perkemahan Kumbokarno, Wonosalam, Jombang, Jawa Timur, mereka langsung menindaklanjutinya dengan Retret Ulangan Permata CAI yang digelar serentak di Batam dan Tanjungpinang, Kamis (10/7/2026).

Retret yang dipusatkan di Aula Masjid Miftahul Huda, Bengkong, Batam, ini berlangsung selama tiga hari, 10-12 Juli 2026, dan diikuti sekitar 100 peserta dari DPD LDII Kota Batam, Kabupaten Karimun, serta Kabupaten Natuna. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan LDII dalam membangun generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Empat Kader Terbaik Jadi Pemateri

Empat kader terbaik DPW LDII Kepri yang sebelumnya mengikuti Permata CAI Nasional di Jombang tampil sebagai pemateri dalam retret ini. Mereka adalah Ust. Yulnedi, Ust. Husein, Ust. Ayi Suganda, dan Ust. Nurdin. Keempatnya membagikan materi, pengalaman, sekaligus nilai-nilai yang mereka serap selama mengikuti kegiatan di Wonosalam.

Ketua tim pemateri, Ust. Ayi Suganda, mengatakan pembinaan generasi unggul sejatinya sudah dicontohkan Rasulullah SAW lewat para sahabat muda yang memiliki keimanan kuat, akhlak mulia, serta kecerdasan intelektual dan spiritual.

“Ali bin Abi Thalib, Usamah bin Zaid, dan Abdullah bin Abbas merupakan contoh bagaimana generasi muda dipersiapkan menjadi pemimpin dan pelopor peradaban. Mereka bukan hanya penerus estafet kepemimpinan, tetapi juga penggerak perubahan yang membawa kemajuan bagi umat,” ujarnya.

Menurutnya, Permata CAI bukan sekadar kegiatan perkemahan biasa, melainkan sarana pembentukan karakter yang menanamkan nilai kepemimpinan, kedisiplinan, kerja sama tim, kemandirian, hingga kecintaan terhadap alam dalam bingkai nilai-nilai Islam.

Senada dengan itu, Ust. Yulnedi, Ust. Husein, dan Ust. Nurdin menekankan bahwa generasi unggul tidak cukup dibangun hanya dengan kecerdasan akademik semata. Generasi muda, kata mereka, juga harus memiliki integritas, karakter kuat, serta kemampuan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

“Membangun sumber daya manusia unggul tidak bisa dilakukan secara instan. Perlu proses panjang yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai ekosistem pembentuk karakter generasi penerus,” ungkap mereka dalam berbagai sesi pembinaan.

Jangan Wariskan Generasi yang Lemah

Pada pembukaan kegiatan, Dewan Penasihat DPW LDII Kepri, H. Santoso, mengingatkan pentingnya menyiapkan generasi penerus yang kuat secara spiritual, mental, intelektual, dan sosial. Pembinaan generasi berakhlak, menurutnya, merupakan fondasi utama dalam menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.

Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS An-Nisa ayat 9 yang mengingatkan umat Islam agar tidak meninggalkan keturunan dalam keadaan lemah.

“Ayat ini mengajarkan pentingnya mempersiapkan generasi yang kuat, baik dari sisi agama, mental, pendidikan, maupun kesejahteraan hidupnya,” jelas Santoso.

Investasi Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

Ketua DPW LDII Kepri, H. Rulifa Syahroel, menegaskan bahwa pembinaan generasi muda merupakan investasi strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Perubahan geopolitik global, perkembangan teknologi yang pesat, dan berbagai tantangan masa depan, kata dia, menuntut hadirnya sumber daya manusia yang tak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan mampu beradaptasi.

“Permata CAI bukan sekadar kegiatan tahunan yang bersifat seremonial. Kegiatan ini merupakan sarana pembinaan karakter, kepemimpinan, dan penanaman nilai-nilai kebangsaan agar lahir generasi yang siap menghadapi masa depan,” ujar Rulifa.

Melalui retret ini, para peserta didorong untuk memiliki jiwa mandiri, semangat pengabdian kepada masyarakat, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan zaman. LDII Kepri berharap, dari kegiatan semacam ini akan lahir generasi penerus yang berkualitas, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *