
Tanjungpinang – Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 resmi digelar di halaman Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Kawasan Alun-Alun Gurindam 12, Tanjungpinang, Sabtu (4/7/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari sejak 4 Juli 2026 ini diikuti sekitar 375 peserta dari tujuh kabupaten/kota se-Kepulauan Riau, yakni Kota Batam 56 orang, Kabupaten Bintan 50 orang, Karimun 54 orang, Kepulauan Anambas 52 orang, Lingga 56 orang, Natuna 51 orang, serta Kota Tanjungpinang selaku tuan rumah sebanyak 56 orang.
Mengusung tema “Dengan MTQ XII Tahun 2026 Kita Tingkatkan Cinta Quran untuk Kepri Maju, Makmur dan Merata”, perhelatan ini dibuka resmi oleh Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad. Turut hadir jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepri, tujuh kepala daerah kabupaten/kota, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta ribuan masyarakat dari seluruh penjuru bumi segantang lada.
Sebelum acara pembukaan, pada Sabtu pagi telah digelar pawai taaruf dan pelantikan Dewan Hakim MTQ. Usai dibuka resmi oleh Gubernur, acara dilanjutkan dengan Malam Taaruf, yakni ramah tamah menyambut seluruh kafilah dari tujuh kabupaten/kota se-Kepri. Adapun kegiatan perlombaan berlangsung pada 5-8 Juli 2026.
MTQ Momentum Internalisasi Nilai Al-Qur’an
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar menegaskan MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi momentum penting untuk menanamkan sekaligus menginternalisasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.
“Sesungguhnya MTQ adalah momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada masyarakat. Membangun daerah tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik atau capaian indikator ekonomi dan sosial semata, tetapi yang jauh lebih penting adalah membangun kualitas sumber daya manusia yang beriman, bertakwa, berakhlakul karimah, memiliki dedikasi, loyalitas, dan semangat yang dilandasi nilai-nilai Al-Qur’an,” ujar Ansar.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga berpesan kepada Dewan Hakim agar menjaga integritas selama pelaksanaan perlombaan dengan memberikan penilaian secara objektif, adil, dan profesional, sehingga menghasilkan qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, dan peserta terbaik yang benar-benar berkualitas.
LDII: Wujud Dukungan Nyata Syiar Islam dan Pembinaan Generasi
Wakil Ketua DPW LDII Kepri, H. Solichin, yang turut hadir pada malam pembukaan mengatakan, kehadiran pengurus LDII dalam pembukaan MTQ merupakan bentuk dukungan nyata organisasi terhadap pembinaan karakter generasi muda dan syiar Islam. Melalui partisipasi ini, LDII berharap nilai-nilai Al-Qur’an tidak berhenti pada seremonial belaka, melainkan dipraktikkan sebagai kompas moral bagi generasi penerus bangsa.
“Hal ini sejalan dengan harapan LDII agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar yang selalu mengedepankan toleransi antar umat beragama agar kehidupan menjadi lebih rukun dan harmonis, serta mengamalkan perintah Allah SWT yang ada di Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW di Al-Hadits,” kata Solichin.
Solichin berharap MTQ bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan wujud kecintaan umat Islam terhadap Kitab Suci Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
“MTQ tidak hanya melahirkan qori dan qori’ah berprestasi, tetapi juga menumbuhkan generasi yang mencintai Al-Qur’an, memahami kandungannya, dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan bermasyarakat,” tutupnya.

DPW LDII Kepulauan Riau Website Resmi DPW LDII Kepulauan Riau