
Batam – Di tengah dinamika zaman yang bergerak cepat dan krisis keteladanan yang kerap melanda berbagai lapisan masyarakat, integritas seorang pemimpin menjadi fondasi yang sangat krusial. Merespons tantangan tersebut, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggandeng Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri dan Persinas ASAD se-Kota Batam untuk mengadakan pengajian pengurus yang berfokus pada penguatan karakter kepemimpinan.
Acara yang dihadiri sekitar 200 orang pengurus ini diselenggarakan di Masjid Miftahul Huda, Bengkong, Batam, pada Jumat (26/06/26) selepas sholat Isya berjamaah. Berlangsung khidmat selama 90 menit, forum ini diawali dengan pembacaan kalam ilahi oleh Ust. H. Lukman Hakim dari Biro Pendidikan Agama dan Dakwah (PAD) DPW LDII Kepri.
Mengubah Paradigma: Jabatan Adalah Amanah, Bukan Hak Istimewa
Ketua Biro PAD DPW, Ust. Dr. Afi Parnawi, dalam paparannya menegaskan bahwa Islam memandang kepemimpinan sebagai sebuah tanggung jawab moral dan spiritual yang besar, bukan sekadar hak istimewa. Ia mengingatkan bahwa setiap individu pada hakikatnya adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban, baik di lingkup keluarga maupun masyarakat luas.
Mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Ust. Afi menyoroti larangan keras terhadap ambisi untuk mengejar suatu jabatan.
- Apabila sebuah jabatan diberikan karena diminta, maka individu tersebut akan memikul beban yang berat tanpa pertolongan.
- Sebaliknya, jika amanah itu datang bukan atas permintaan sendiri, maka ia akan senantiasa dibantu dalam menjalankannya.
Lebih lanjut, ia memaparkan empat karakter utama kepemimpinan Rasulullah SAW yang harus menjadi standar pemimpin modern:
- Siddiq: Memiliki kejujuran dan senantiasa berpegang pada kebenaran.
- Amanah: Memiliki integritas tinggi dan dapat dipercaya.
- Tabligh: Komunikatif, transparan, dan mampu menyampaikan nilai kebaikan.
- Fathanah: Cerdas dan bijaksana dalam merumuskan kebijakan.
”Jabatan bukanlah alat untuk mencari kekayaan, kehormatan, atau kekuasaan semata,” jelas Ust. Afi. Ia menegaskan bahwa posisi kepemimpinan seharusnya diberikan kepada mereka yang memiliki kapasitas ilmu, kekuatan, kejujuran, dan integritas.
Kolaborasi Organisasi untuk Ketahanan Moral Bangsa
Kolaborasi antara LDII, Senkom MP, dan Persinas ASAD ini diharapkan mampu menghasilkan sinergi yang berkelanjutan di bidang dakwah, penguatan moral, serta karakter kebangsaan. Ketua DPW LDII Kepri, H. Rulifa Syahroel, menjelaskan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting untuk membentengi generasi bangsa dari pengaruh negatif perkembangan zaman. Sinergi ketiga organisasi ini tidak hanya terbatas pada forum keagamaan, tetapi juga merambah ke aksi sosial seperti pengamanan kegiatan masyarakat, tanggap darurat bencana, hingga pembagian takjil di bulan Ramadan.
Dari sisi mitra, Sekretaris Pengprov Senkom MP Kepri, H. Subandiyanto, menegaskan komitmen anggotanya dalam menjalankan program kerja sama melalui musyawarah dan koordinasi yang solid. Hal senada disampaikan oleh Ketua Persinas ASAD Kepri, Dian Cahyo, yang menekankan pentingnya profesionalisme dan akuntabilitas dalam roda organisasi. Membawa prinsip “Berjiwa Besar Jadi Pendekar, Berbudi Luhur Nasihat Leluhur”, para pemimpin diharapkan dapat menjadi teladan yang membina generasi agar lebih tangguh, disiplin, dan religius.
Penguasa sebagai Pelayan Masyarakat
Menutup rangkaian acara, Dewan Penasehat LDII Kepri, H. Santoso, memberikan pesan pengingat bahwa pemimpin yang jujur dan amanah adalah pelayan umat. Kekuasaan harus dipandang sebagai titipan Allah SWT dan ladang pengabdian, bukan sarana untuk memperkaya diri.
Pemimpin yang amanah harus menunaikan tanggung jawabnya secara adil, transparan, dan tidak menzalimi bawahan maupun menyalahgunakan wewenang demi kepentingan pribadi atau golongan. Kejujuran sejati dibuktikan melalui konsistensi antara ucapan dan perbuatan, yang pada akhirnya akan membawa kesejahteraan, keamanan, dan kemakmuran bagi masyarakat luas.

DPW LDII Kepulauan Riau Website Resmi DPW LDII Kepulauan Riau