
Batam – Di bawah lantunan takbir yang menggema dari surau ke surau, semangat berqurban warga LDII Kepulauan Riau kembali memuncak pada Idul Adha 1447 Hijriah. Dari pesisir Batam hingga pulau-pulau terluar Bumi Segantang Lada, ribuan paket daging qurban dibagikan sebagai wujud ketakwaan dan kasih sayang antar sesama.
Tahun ini, warga LDII Kepri menyembelih 173 ekor sapi dan 201 ekor kambing yang tersebar di tujuh kabupaten/kota se-Kepulauan Riau. Nilai swadaya qurban tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp6 miliar, menjadi cerminan kekompakan dan semangat gotong royong warga dalam menghidupkan syiar Islam.
Tak hanya berasal dari swadaya warga, LDII Kepri juga menerima bantuan dua ekor sapi qurban dari anggota DPR RI Dapil Kepri, Rizki Faisal dan anggota DPD RI Dapil Kepri, Dwi Ajeng Sekar Respaty.
Ketua DPW LDII Kepri, Rulifa Syahroel, turut hadir mendampingi proses penyembelihan dan pencacahan daging qurban di lingkungan Pondok Pesantren Abdul Dhohir, Sekupang, Batam. Bersama jajaran pengurus dan dewan penasihat, ia memastikan distribusi daging qurban berjalan tertib, merata, dan penuh keberkahan.
Ribuan paket daging yang dikemas dalam “Plastik LDII Peduli” kemudian disalurkan kepada masyarakat luas, tokoh agama, serta unsur pemerintahan tanpa memandang latar belakang sosial maupun agama.
“Qurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi menyembelih ego, menumbuhkan keikhlasan, serta mempererat tali persaudaraan sesama manusia,” ujar Rulifa.
Ia menegaskan, Idul Adha harus menjadi momentum membangun budaya gotong royong, memperkuat solidaritas sosial, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, seluruh jajaran LDII mulai dari PAC, PC hingga DPW bahu membahu menyalurkan amanah qurban kepada masyarakat. Pengamanan dan pengaturan distribusi juga mendapat dukungan dari personil Senkom Mitra Polri di masing-masing wilayah.
Rulifa juga menginstruksikan seluruh pengurus LDII di Kepri agar pelaksanaan penyembelihan hewan qurban dilakukan secara bersih, sehat, sesuai syariat, dan ramah lingkungan.
“Qurban hendaknya menjadi syiar Islam yang menghadirkan rahmat bagi semesta. Kebersihan lokasi, kesehatan hewan, hingga pengelolaan limbah harus menjadi perhatian bersama agar manfaat qurban benar-benar dirasakan masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap, pendekatan berbasis komunitas yang dilakukan LDII mampu menjadikan ibadah qurban lebih tepat sasaran serta memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat Melayu Kepri yang dikenal menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan kebersamaan.
“Bila takbir bergema disertai kepedulian kepada sesama, maka disitulah hakikat qurban menemukan kemuliaannya,” pungkasnya.

DPW LDII Kepulauan Riau Website Resmi DPW LDII Kepulauan Riau