
Batam – Upaya mencetak generasi emas sepak bola Indonesia tidak cukup hanya mengasah kemampuan menggiring bola atau mencetak gol. Dibutuhkan pembinaan karakter, disiplin, dan sportivitas sebagai fondasi utama. Berangkat dari semangat itu, Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) Kota Batam bekerja sama dengan LDII menggelar Festival Sepak Bola Usia Dini di Lapangan Sepak Bola Bida Ayu Pintu 2, Batam, Sabtu (19/7/2026).
Turnamen yang menjadi ajang pencarian bakat sekaligus pembinaan karakter itu diikuti 24 tim kelompok usia di bawah 10 tahun (U-10) dan 18 tim U-12 dari berbagai wilayah di Kota Batam. Kegiatan mengusung tema “Bermain, Belajar, Berprestasi dalam Membangun Generasi Emas Sepak Bola Indonesia”.
Festival ini dibuka Ketua FORSGI Provinsi Kepulauan Riau, H. Darmoyo, didampingi Dewan Penasihat LDII Batam H. Choirul Anwar, Dewan Penasihat PC LDII Sei Beduk H. Dahnel, serta jajaran pengurus FORSGI Batam lainnya.
Bukan Sekadar Cari Bakat, Tapi Bentuk Pemain yang Utuh
Ketua FORSGI Batam sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Riono, menegaskan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari proses pembinaan jangka panjang untuk melahirkan talenta-talenta muda yang siap bermain di level lebih tinggi pada masa mendatang.
“Melalui kompetisi seperti ini, anak-anak tidak hanya belajar teknik dan strategi permainan, tetapi juga belajar kerja sama tim, disiplin, serta mental bertanding. Inilah proses pembentukan pemain yang utuh, baik di dalam maupun di luar lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, sepak bola menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda. Karena itu, FORSGI bersama LDII berkomitmen menjadikan lapangan hijau sebagai ruang pembinaan karakter sekaligus arena lahirnya talenta-talenta potensial bagi masa depan sepak bola Indonesia.

Menang Tak Boleh Jumawa, Kalah Harus Evaluasi
Senada dengan itu, Dewan Penasihat LDII Batam, H. Choirul Anwar, menekankan pentingnya memberikan ruang pembinaan bagi generasi muda agar potensi mereka dapat berkembang secara optimal.
“Anak-anak perlu wadah yang positif untuk menyalurkan bakat, minat, dan kemampuannya. Melalui kegiatan seperti ini mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki karakter luhur,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberhasilan seorang pemain tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mencetak gol, tetapi juga oleh sikap sportivitas, kerendahan hati saat meraih kemenangan, serta kebesaran jiwa ketika menerima kekalahan.
“Dalam sepak bola, kemenangan diraih melalui kekompakan dan kerja sama tim. Yang menang tidak boleh jumawa, sementara yang kalah harus mampu melakukan evaluasi untuk tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Anwar berharap festival ini menjadi titik awal lahirnya pemain-pemain muda yang tidak hanya siap bersaing di kompetisi sepak bola, tetapi juga memiliki karakter religius dan akhlak mulia sebagai bekal mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ia menilai pembinaan usia dini merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang unggul dan berdaya saing.
Hasil Akhir: Omega Junior dan Badar United Jadi Juara
Pada akhir kompetisi, Tim Omega Junior Sei Beduk keluar sebagai juara kelompok U-12, sementara Badar United Sekupang menjadi runner-up. Di kelompok U-10, Badar United Sekupang berhasil menjadi kampiun dan Omega Junior A Sei Beduk menempati posisi kedua. Selain trofi dan medali, para juara juga menerima uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.
Festival ini juga melahirkan pencetak gol terbanyak (top scorer) muda, Atah dari Omega Junior. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan berkelanjutan mampu melahirkan talenta-talenta potensial yang kelak dapat memperkuat sepak bola Indonesia di masa depan.

DPW LDII Kepulauan Riau Website Resmi DPW LDII Kepulauan Riau