Tingkatkan Kualitas Da’i di Akar Rumput, LDII Kepri Bekali Mubaligh dengan Skill Public Speaking

BATAM — Dakwah di era digital menuntut transformasi cara penyampaian pesan agama. Tidak lagi cukup hanya bermodal penguasaan materi keagamaan, seorang dai kini harus mampu mengemas pesan secara menarik, jelas, dan mudah dipahami agar bisa diterima dengan baik oleh masyarakat luas.

Menjawab tantangan tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kepulauan Riau (Kepri) mengambil langkah taktis dengan menggelar pelatihan public speaking bagi para mubaligh dan mubalighot.

Kegiatan peningkatan kapasitas ini dilangsungkan di Masjid Baitul Makmur, Bengkong Swadebi, Batam, pada Jumat (4/9/2026). Acara ini diikuti oleh sekitar 25 peserta yang sehari-hari menjadi garda terdepan pendidikan agama sebagai guru pengajian di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), TPQ, serta majelis taklim tingkat Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kecamatan Bengkong.

Strategi Komunikasi 3V Jadi Bekal Utama

Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPW LDII Kepri, Ami Faisal, S.Pd, yang hadir sebagai pemateri utama, menekankan bahwa kemampuan komunikasi adalah elemen krusial bagi para juru dakwah. Menurutnya, mubaligh merupakan corong umat sekaligus ujung tombak organisasi di tengah masyarakat.

“Para mubaligh bukan hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga harus memiliki kemampuan menyampaikannya dengan baik. Karena mereka menjadi corong umat di tengah masyarakat,” ujar Ami di hadapan para peserta.

Dalam sesi pelatihan, para peserta diperkenalkan dengan konsep strategi komunikasi 3V, yang meliputi:

  • Visual: Berkaitan dengan bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan penampilan fisik saat menyampaikan materi di depan publik.
  • Vocal: Mencakup pengaturan nada, intonasi, artikulasi, volume suara, hingga dinamika bicara agar tidak monoton.
  • Verbal: Berfokus pada pemilihan kata (diction) dan bagaimana struktur pesan disusun secara runtut agar mudah dicerna oleh berbagai kalangan audiens.

Ami mendorong para mubaligh dan mubalighot untuk tidak berhenti pada teori, melainkan terus mengasah keterampilan tersebut melalui praktik langsung serta evaluasi yang berkelanjutan. Tujuannya agar setiap materi pengajian yang disampaikan meninggalkan kesan mendalam dan membawa manfaat nyata bagi para jamaah.

Komitmen Cetak SDM Profesional Religius

Pelatihan ini mendapat sambutan hangat dari pengurus tempat ibadah setempat. Pihak Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), K.H. Iqomuddin Nurhudi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menilai program ini sangat membantu para guru pengajian dalam meningkatkan efektivitas penyampaian dakwah sehari-hari.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPW LDII Kepri, H. Rulifa Syahroel, menegaskan bahwa lembaganya memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya para dai. Peningkatan kualitas ini dinilai sebagai kunci utama agar syiar agama Islam dapat merata dan menyentuh masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

“Peningkatan mutu dai harus menjadi perhatian bersama. Dengan dai yang semakin berkualitas, syiar agama dapat disampaikan dengan lebih baik hingga ke akar rumput,” tegas  Rulifa. Melalui pembekalan ini, LDII Kepri berharap dapat terus melahirkan sumber daya manusia yang profesional religius—yakni para dai yang tidak hanya kompeten secara teologis, tetapi juga cakap secara komunikatif demi menghadirkan dakwah yang sejuk, mencerahkan, dan relevan dengan dinamika zaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *