
Batam – Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Lubuk Baja menggandeng Persinas ASAD Kota Batam untuk menggelar latihan pencak silat rutin bagi warganya. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari hasil musyawarah semester pengurus LDII, Persinas ASAD, dan Senkom Mitra Polri (MP) Provinsi Kepri yang berlangsung di Aula Masjid Miftahul Huda Bengkong, Batam, Sabtu (27/6/2026) malam.
Latihan diadakan sebulan sekali selepas Salat Isya di TPQ Batu Batam Mas, Batam, dengan durasi sekitar 60 menit. Kegiatan ini disiapkan sebagai sarana pembinaan karakter, pelestarian budaya, sekaligus menjaga kebugaran jasmani bagi seluruh warga LDII Lubuk Baja yang sehat.
Pendekar Tanpa Budi Pekerti, Jadi Preman
Ketua Pengurus Kota Persinas ASAD Batam, H. Bambang Widyatmoko, hadir langsung dan bertindak sebagai instruktur latihan, didampingi Pendekar Persinas ASAD Kota Batam, Ust. Galang.
Bambang menegaskan bahwa tujuan utama belajar pencak silat adalah untuk bela diri, bukan ajang pamer kekuatan. “Pendekar tanpa budi pekerti akan menjadi pendekar abal-abal, bahkan menjadi preman-preman,” tegasnya.
Ia menjelaskan, latihan dilakukan secara terstruktur berdasarkan kelompok usia dan gender agar pembinaan berjalan efektif. Kelas dibagi untuk anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia, dengan peserta pria dan wanita dipisahkan dan didampingi pelatih yang sesuai.
Bambang turut mengapresiasi LDII yang menjadikan Persinas ASAD sebagai mitra strategis dalam mendampingi warga yang antusias terhadap pencak silat. Ia berharap latihan ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana olahraga, pelestarian budaya, sekaligus pembentukan karakter disiplin sejak dini.
“Pencak silat sering kali menjadi kegiatan pengisi liburan sekolah atau waktu luang, seperti latihan di bulan Ramadan,” pungkas Bambang, sembari menambahkan bahwa olahraga ini efektif menjaga stamina tubuh berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, kaum perempuan, hingga lansia.
LDII Lubuk Baja: Silat Wadah Pembinaan Karakter
Senada dengan Bambang, Dewan Penasehat LDII Lubuk Baja, H.U. Muchtar, yang turut berpartisipasi dalam kegiatan rutin ini menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut tidak hanya mendorong pengembangan karakter, tetapi juga memperkuat peran generasi muda dalam melestarikan budaya bangsa.
“Silat bagi LDII bukan sekadar seni bela diri, tetapi juga wadah pembinaan karakter. Kami ingin melahirkan generasi yang kuat secara fisik, mental, dan spiritual, sekaligus menjunjung tinggi sportivitas dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Muchtar.
Pembangunan Karakter Butuh Praktik, Bukan Sekadar Teori
Menurut Muchtar, pembentukan sumber daya manusia yang profesional religius bagi LDII membutuhkan proses panjang yang berkesinambungan untuk membentuk nilai-nilai karakter positif. Ia menyadari bahwa pembangunan karakter tidak cukup hanya melalui teori di kelas, tetapi juga membutuhkan praktik langsung di lapangan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap PC LDII Lubuk Baja dapat melahirkan generasi yang sehat secara jasmani, memiliki mental yang kuat, serta berkarakter luhur demi berkontribusi positif bagi masyarakat di Kota Batam,” tutup Muchtar.

DPW LDII Kepulauan Riau Website Resmi DPW LDII Kepulauan Riau