Wawasan Kebangsaan: Peran Ormas Islam Membumikan Pancasila

DPW LDII Kepulauan Riau mengikuti kegiatan Webinar Kebangsaan secara daring yang bertemakan Peran Ormas Islam Membumikan Pancasila. Ketua umum DPP LDII Ir KH Criswanto Santoso M.Sc. menuturkan bahwa peran ormas dalam sangatlah strategis untuk menuju Indonesia yang taguh. Pandemi yang tidak selesai dalam waktu dekat ini, kita harus berikhtiar secara bersama sama dan gotong royong. Sehingga target menuju Indonesia emas 2045 dapat tercapai.

Drs. Drajat Wisnu Setyawan M.M, selaku perwakilan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri salah satu pemateri memberikan penjelasan fungsi pancasila, sebagai simbol pengukuhan pendirian negara modern Indonesia yang merdeka.

Karena Bangsa Indonesia beragam budaya dan agama harus dikelola secara berkinambungan. Kondisi saat ini yang berkaitan kemajemukan munculnya hoaks dapat memicu kericuhan. Untuk mengatasi hal tersebut perlu langkah langkah yang harus dilakukan. Diantaranya perlunya peranan pemerintah, peran ormas, lembaga pendidikan. Peran pemerintah memperkuat peran ormas dalam membumikan pancasila antara lain mengeluarkan kebijakan perundang undangan. Melakukan kolaborasi dan kerjasama dengan ormas dewan pers.

Melakukan pembinaan ormas yang dapat memperkuat peranannya sebagai perpanjangan tangan pemerintah. Sinergi pemerintah dan ormas antara lain membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Memupuk rasa nasionalisme kepada masyarakat serta penguatan pembinaan ideologi Pancasila.

Kemhan Kolonel Adm Amiruddin Laupe, S.Ss, MM. pertama tama menjelaskan tentang sejarah perjuangan bangsa. Wawasan bangsa merupakan konsep politik bangsa indonesia yang memandang Indonesia sabagai satu kesatuan wilayah secara tidak terpisahkan yang meyatukan indonesia aspek Ipolekusbud Hankam.

Kemajuan teknologi seperti Industri 4.0 seperti adanya AI, Internet of Things dan media sosial tetap harus menjaga ideologi Pancasila. Dampat negatif seperti hoaks, ancaman proxy war harus di atasi dengan cara tetap meningkatkan sikap Cinta tanah Air kesadaran berbangsa dan bernegara, setia kepada pancasila dan peningkatan untuk memiliki kemampuan bela negara.

Ketua DPP LDII Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono M.Hum juga menuturkan bahwa LDII menjadikan Pancasila dan UUD 45 sebagai asasnya tidak hanya verbal di ADRT, namun berusaha di aktualkan. Beliau menjelaskan bahwa Pancasila untuk sila 1 merupakan pondasi, bingkai di sila ke 3, sedangkan sila 4,5 merupakan cara dan sila ke 5 merupakan tujuan. Semua sila bisa di bedakan, namun tidak bisa di pisah pisahkan. Perlu ditingkatkan sikap toleransi terhadap umat lain. Keberagaman bukan di jadikan konflik namun supaya saling kerjasama bidang sosial, ekonomi untuk kemaslahatan umat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.