Ketua DPW LDII Kepri Hadiri Musprov V Persinas ASAD, Perkuat Pembinaan SDM Lewat Pencak Silat

Batam — Ketua DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kepulauan Riau (Kepri), H. Rulifa Syahroel, menghadiri acara pembukaan Musyawarah Provinsi (Musprov) V Persinas ASAD Kepri yang diselenggarakan di Hotel PIH, Batam Center, Minggu (18/10/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 82 pengurus Persinas ASAD yang berasal dari tingkat provinsi serta empat kabupaten/ kota di Kepri. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PB Persinas ASAD, Marsma TNI (Purn) H. Sukur, M.Si. (Han).

Turut hadir pula dalam pembukaan tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Dohar Mangalando Hasibuan, S.T., M.T., yang mewakili Wali Kota Batam, Ketua Umum Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kepri, H. Sugianto, S.H. serta sejumlah perwakilan pengurus perguruan pencak silat di Kepri, seperti PSHT, Pagar Nusa, Tapak Suci, Kera Sakti, dan Cimande.

Pemko Batam Beri Dukungan Penuh

Dalam sambutannya mewakili Wali Kota Batam, Dohar Mangalando Hasibuan menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh pemerintah terhadap berbagai kegiatan keolahragaan, termasuk pencak silat. Menurutnya, Musprov V ini merupakan sarana strategis untuk menyamakan visi serta memperkuat langkah organisasi ke depan.

“Pemerintah Kota Batam selalu mendukung berbagai kegiatan olahraga. Musprov ini menjadi sarana menyamakan visi untuk kemajuan organisasi,” ujar Dohar.

Ia menambahkan, pencak silat telah memberikan banyak kontribusi nyata bagi Kepulauan Riau. Oleh karena itu, pembinaan dan pengembangan seni bela diri tradisional ini perlu terus ditingkatkan guna melahirkan atlet-atlet berprestasi di kancah nasional maupun internasional.

IPSI Kepri Dorong Pencak Silat Menuju Olimpiade

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Pengprov IPSI Kepri, H. Sugianto, S.H., menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya Musprov V Persinas ASAD Kepri.

Ia menilai “Dinamika perkembangan pencak silat di Bumi Segantang Lada sangat positif dan harus diimbangi dengan pembinaan yang berkelanjutan. Upaya melestarikan pencak silat merupakan salah satu bentuk pengabdian nyata kepada bangsa dan negara,” tegas Sugianto.

Pada kesempatan itu, ia juga menyatakanan dukungannya terhadap program PB IPSI  dalam mendorong cabang olahraga pencak silat bisa dipertandingkan di ajang Olimpiade.

Prestasi Harus Dilandasi Persaudaraan Antarperguruan

Sementara itu, Ketua Umum PB Persinas ASAD, Marsma TNI (Purn) H. Sukur, M.Si. (Han), menegaskan bahwa Musprov bukan sekadar agenda rutin organisasi semata. Forum ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan pertanggungjawaban pengurus sekaligus merumuskan arah kebijakan organisasi di masa mendatang.

Sukur juga mengapresiasi dukungan Pengprov IPSI Kepri terhadap perkembangan Persinas ASAD di Bumi Segantang Lada. Dia menekankan kemajuan organisasi dan pencapaian prestasi harus berjalan beriringan dengan hubungan persaudaraan yang kuat ant perguruan pencak silat.

“Peningkatan prestasi atlet senantiasa berjalan beriringan dengan eratnya ikatan persaudaraan antarperguruan silat. Prestasi harus dilandasi persaudaraan yang erat antarperguruan,” tegas Sukur.

LDII Kepri Perkuat Pembinaan SDM Profesional Religius

Ditemui usai pembukaan acara, Ketua DPW LDII Kepri, H. Rulifa Syahroel, mengungkapkan bahwa kerja sama strategis antara LDII dan Persinas ASAD telah resmi terjalin sejak penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ditingkat pusat pada 11 Oktober 2022 lalu. Kerja sama ini terus diperkuat hingga ke tingkat daerah melalui perjanjian kerja sama teknis.

Rulifa menjelaskan, dari delapan program prioritas LDII, khususnya dalam bidang pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), pencak silat Persinas ASAD ditempatkan sebagai salah satu pilar strategis untuk melahirkan generasi yang profesional dan religius.

Dalam impelementasinya di lapangan, LDII memberikan porsi pembinaan mental, karakter, serta spiritual keagamaan kepada para atlet dan pesilat. Di sisi lain, Persinas ASAD aktif melatih keterampilan teknik pencak silat serta menjaga kebugaran jasmani warga LDII, khususnya kalangan generasi muda.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan pembinaan berjalan seimbang; mental dan spiritualnya terjaga, fisiknya bugar, serta memiliki akhlak yang mulia,” pungkas Rulifa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *