LDII Soroti Karhutla di Berbagai Wilayah, Tegaskan Jaga Lingkungan Adalah Dakwah Nyata

Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya mengingatkan pentingnya kolaborasi penanganan karhutla hingga penegakan sanksi tegas bagi korporasi pelanggar. Hal ini juga didukung penuh oleh DPW LDII Kepri

Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, hingga Papua memicu kabut asap tebal. Bencana tahunan yang terus berulang ini dinilai tidak hanya merusak ekosistem dan mengganggu keseimbangan lingkungan, tetapi juga menimbulkan ancaman kesehatan serius bagi masyarakat di dalam negeri hingga negara tetangga.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, menegaskan bahwa pencegahan karhutla harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

“Sebagai bagian dari civil society, LDII terus mengimbau warga untuk melestarikan lingkungan. Kami mewujudkannya melalui program LDII Go Green, dengan pemanfaatan lahan terbengkalai dan lahan gambut agar menjadi lahan produktif dan bernilai guna,” ujar Dody, Rabu (14/10/2026).

Menurut Dody, kerusakan ekosistem akibat karhutla dapat berlangsung panjang. Hutan dan lahan yang terbakar kehilangan fungsi ekologisnya, sementara hilangnya vegetasi dapat mengganggu tata air serta memperbesar kerentanan lingkungan terhadap kekeringan maupun bencana lainnya.

Ia menilai gerakan menjaga lingkungan merupakan bagian dari dakwah bil haal, yakni dakwah yang diwujudkan melalui tindakan nyata. Oleh karena itu, kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, pesantren, hingga organisasi kemasyarakatan.

“Menjaga lingkungan bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga tanggung jawab moral. Alam yang kita jaga hari ini akan menentukan kualitas kehidupan generasi berikutnya,” kata Dody.

“Kalau lingkungan kita rawat, manfaatnya kembali kepada masyarakat. Sebaliknya, ketika lingkungan rusak, manusia juga yang pertama merasakan dampaknya,” imbuhnya.

Dukung Penanganan Cepat dan Sanksi Tegas Korporasi

Terkait penanganan di lapangan, Dody mendukung penuh langkah pemerintah dalam mengatasi karhutla secara cepat dan terintegrasi ketika titik api sudah meluas. Ia menyebut, menjaga kelestarian lingkungan memang penting sebagai langkah pencegahan, namun hal itu tidak cukup saat kebakaran sedang berlangsung.

“Menjaga lingkungan memang penting untuk mencegah karhutla ke depan. Tetapi ketika karhutla sudah terjadi dan meluas, yang dibutuhkan adalah tindakan cepat untuk menghentikan kebakaran dan mengurangi dampaknya terhadap masyarakat,” tegasnya.

Dody memaparkan, pemadaman melalui udara perlu dilakukan secara efektif di wilayah yang sulit dijangkau lewat darat. Penggunaan helikopter water bombing dapat diprioritaskan pada titik kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama di kawasan gambut.

Selain itu, pemerintah juga dinilai perlu mengoptimalkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk meningkatkan potensi hujan di wilayah terdampak, serta memperkuat pemantauan titik panas lewat satelit yang terintegrasi dengan pemerintah daerah dan petugas lapangan.

“Teknologi pemantauan harus diikuti dengan respons yang cepat. Jangan sampai titik panas sudah terdeteksi, tetapi penanganannya terlambat,” ujarnya.

Di sisi lain, Dody juga mendesak adanya penegakan regulasi yang tegas. Pemerintah diminta mengusut tuntas penyebab kebakaran dan memberikan sanksi berat kepada pihak yang terbukti melanggar.

“Jika karhutla terbukti disebabkan oleh aktivitas korporasi atau pemegang izin, sanksi administratif maupun hukum harus diterapkan sesuai ketentuan, termasuk evaluasi hingga pencabutan izin apabila ditemukan pelanggaran berat,” tegasnya.

LDII Kepri Siap Kawal dan Perkuat Program Go Green

Pernyataan Ketua Umum DPP LDII tersebut mendapat dukungan penuh dan respons serius dari Ketua DPW LDII Kepulauan Riau (Kepri), Rulifa Syahroel.

Rulifa menyatakan sikapnya yang sangat sejalan dengan Dody Taufiq Wijaya bahwa pencegahan karhutla tidak bisa ditunda dan tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Menurutnya, bencana yang terjadi di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Papua harus menjadi pelajaran berharga bagi wilayah Kepri yang juga memiliki kawasan gambut serta lahan rentan terbakar saat musim kemarau panjang.

“Kami DPW LDII Kepri mendukung penuh arahan Ketua Umum DPP LDII. Pernyataan beliau sangat tepat dan kontekstual. Menjaga lingkungan adalah dakwah bil haal, kerja nyata yang harus dimulai dari keluarga, masjid, dan majelis taklim kami di seluruh kabupaten/kota se-Kepri,” ungkap Rulifa.

Sebagai tindak lanjut, Rulifa mengatakan pihaknya akan segera menginstruksikan seluruh jajaran DPD, PC, dan PAC LDII se-Kepri untuk memperkuat program LDII Go Green. Program tersebut meliputi gerakan penghijauan, penanaman pohon produktif, pengelolaan sampah berbasis masjid, hingga edukasi larangan membuka lahan dengan cara membakar.

“LDII Kepri siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi, BPBD, DLHK, dan aparat penegak hukum untuk melakukan sosialisasi dan pencegahan karhutla. Kami ingin memastikan warga LDII di Kepri menjadi pelopor dalam menjaga kelestarian lingkungan, bukan bagian dari perusak lingkungan. Ini adalah komitmen kami untuk generasi mendatang di Kepri,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *