Ratusan Warga LDII Karimun Padati Masjid Mambaul Huda, Ikuti Pengajian Bekal Menuju Surga

Mengusung tema “Meningkatkan Amalan sebagai Modal Pahala untuk Masuk Surga”, kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Batam untuk mengajak jemaah merefleksikan orientasi hidup dunia dan akhirat.

KARIMUN – Ratusan warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Karimun memenuhi Masjid Mambaul Huda, Tanjung Balai Karimun, pada Sabtu (26/9/2026). Dengan khidmat dan interaktif, para jemaah mengikuti pengajian bertajuk “Meningkatkan Amalan sebagai Modal Pahala untuk Masuk Surga” yang dihelat selepas shalat Isya.

Acara yang sarat kebersamaan ini diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Ikhsan, sebelum akhirnya dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Penasihat LDII Karimun, HM. Almansa Fitra. Turut mendampingi dalam acara tersebut, Ketua DPD LDII Karimun, Ustaz H. Rahmatullah.

Dalam pengajian kali ini, panitia menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Dewan Penasehat DPW LDII Kepulauan Riau (Kepri) H. Abdul Arif serta Pengasuh Pondok Pesantren Abdul Dhohir Sekupang-Batam, KH. Zaenandra. Keduanya mengajak warga LDII Karimun untuk merenungkan kembali orientasi hidup manusia selama mengarungi kehidupan di dunia.

H. Abdul Arif dalam tausiyahnya menekankan pentingnya sudut pandang jangka panjang bagi seorang Muslim. Ia mengingatkan agar kehidupan tidak semata-mata dihabiskan untuk memburu harta benda dan kedudukan duniawi yang bersifat sementara.

“Harta dan jabatan akan kita tinggalkan di dunia. Satu-satunya bekal yang benar-benar menjadi milik kita dan memperberat timbangan kebaikan di hari akhir adalah amal saleh,” tutur H. Abdul Arif di hadapan ratusan jemaah.

Tiga Kunci Utama Amalan

Senada dengan H. Abdul Arif, KH. Zaenandra memaparkan pentingnya mengevaluasi kualitas ibadah sebelum memperbanyak kuantitasnya. Menurutnya, memperbaiki kualitas amalan terlebih dahulu jauh lebih utama agar ibadah tidak menyisakan celah ketidaksempurnaan.

“Bukan berarti tidak ingin menambah pahala dengan memperbanyak ibadah, tetapi dengan memperbaiki, kita bisa menambah dua kebaikan sekaligus,” tegas KH. Zaenandra.

Lebih lanjut, ia membagikan tiga kunci utama agar amalan menjadi bekal yang bernilai pahala menuju surga:

  • Kualitas dan Keikhlasan: Ibadah tidak sekadar diukur dari banyaknya frekuensi amalan, melainkan ketulusan niat semata-mata karena Allah SWT.
  • Memperbanyak Amal Jariah: Bentuk kebaikan seperti sedekah subuh, membantu pembangunan fasilitas umum, hingga menyebarkan ilmu yang bermanfaat agar pahalanya terus mengalir kendati seseorang telah tiada.
  • Istiqamah dalam Kebiasaan Baik: Konsistensi pada amalan sederhana seperti berzikir harian, tersenyum, berbakti kepada orang tua, serta menjaga kerukunan dengan tetangga.

Melalui kegiatan ini, warga LDII Karimun diharapkan semakin mendalami arti penting amal saleh sebagai arah kompas kehidupan, sekaligus membiasakan diri berbuat kebaikan secara konsisten dalam keseharian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *