
Karimun — Tantangan mendidik anak di era digital memicu perhatian serius dari kalangan perempuan LDII di wilayah perbatasan. Bertempat di Masjid Mamba’ul Huda, Tanjung Balai Karimun, puluhan ibu dan perempuan usia nikah LDII se-Kabupaten Karimun berkumpul untuk mengikuti kegiatan sharing dan monitoring keputrian, Minggu (24/5/2026).
Agenda strategis ini mengupas tuntas formula ketahanan keluarga, mulai dari kesucian diri, pola asuh (parenting) bagi anak generasi Z, keharmonisan rumah tangga, hingga batasan pergaulan di era media sosial.
Acara yang diikuti sekitar 65 peserta Muslimah ini dibuka resmi oleh Ketua DPD LDII Karimun, Ust. Rahmatullah, dan diawali doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Dewan Penasehat Daerah (Wanhatda) LDII Karimun, HM. Almansa Fitra.
Garda Terdepan Moralitas Keluarga
Guna memberikan bobot materi yang komprehensif, LDII Karimun mendatangkan dua pakar pengasuhan dari Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin Jakarta, yakni Ibu Khoiriah dan Ibu Etty.
Dalam sesi pertama, Ibu Khoiriah menekankan bahwa perempuan modern harus memiliki benteng kepribadian yang kokoh. Di tengah gempuran arus informasi luar dan ancaman pergaulan bebas, menjaga kesucian diri dan akhlak karimah adalah harga mati.
“Perempuan memiliki peran sentral dalam menjaga stabilitas moral keluarga. Ibu adalah benteng pertama sekaligus utama bagi anak-anak di rumah. Nilai-nilai agama harus ditanamkan secara kuat sebagai bekal menyaring pengaruh negatif media sosial,” tegas Khoiriah.
Mendidik Gen Z: Komunikasi Hangat, Bukan Sekadar Aturan
Pembahasan kian dinamis saat memasuki materi parenting khusus generasi Z. Ibu Etty memaparkan bahwa pola asuh konvensional yang kaku sudah tidak lagi relevan untuk menghadapi karakteristik anak zaman sekarang. Orang tua dituntut adaptif dan melek teknologi agar tidak menciptakan jarak (gap) dengan anak.
“Anak-anak generasi Z tumbuh di ekosistem digital yang serba terbuka. Mereka membutuhkan pendampingan, perhatian, dan komunikasi dua arah yang hangat dari orang tua, bukan sekadar rentetan aturan normatif,” ujar Ibu Etty.
Menurutnya, pemahaman psikologi perkembangan zaman akan membantu ibu dalam mengarahkan anak secara bijak, tanpa harus mengorbankan prinsip-prinsip moral dan tuntunan agama.
Sinergi Rumah Tangga dan Adab Pergaulan
Selain pola asuh anak, forum ini juga menggarisbawahi pentingnya merawat keharmonisan hubungan suami-istri. Komunikasi yang sehat dan sikap saling menghargai antarpasangan dinilai menjadi fondasi utama untuk menciptakan lingkungan rumah yang nyaman bagi tumbuh kembang anak.
Di akhir sesi, pemateri kembali mengingatkan urgensi menjaga batasan interaksi (makhram) antara laki-laki dan perempuan. Di era di mana komunikasi virtual makin tanpa batas, pemahaman adab Islam yang kuat menjadi proteksi efektif agar terhindar dari pelanggaran syariat.
Melalui kegiatan monitoring ini, perempuan LDII Karimun diharapkan mampu mengaktualisasikan diri sebagai madrasatul ula (sekolah pertama) yang mencetak generasi penerus bangsa yang profesional religius dan berkarakter luhur. (TNH)

DPW LDII Kepulauan Riau Website Resmi DPW LDII Kepulauan Riau