
BATAM — Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Batam kembali menggelar pengajian khusus ibu-ibu secara serentak di empat titik lokasi berbeda, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar seribu jemaah perempuan dari delapan Pimpinan Cabang (PC) LDII se-Kota Batam. Adapun titik lokasi penyelenggaraan tersebar di Masjid Al-Manshurin (Belian), Masjid Baitul Jannah (Sekupang), Masjid Miftahul Huda (Bengkong), dan Masjid Nur Huda (Piayu). Khusus di wilayah Belian, kegiatan ini dihadiri seratus ibu-ibu dari PC LDII Nongsa, Batam Kota dan Lubuk Baja. Berlangsung khidmat selama dua jam sejak pukul 09.30 WIB, pengajian ini fokus memberikan pembekalan keilmuan agama yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis sahih. Materi utamanya berkisar pada upaya memperkuat akhlak keluarga serta meningkatkan peran krusial seorang ibu dalam mendidik anak di rumah.
Teladan Wanita Salehah
Acara yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustazah Lisa ini menghadirkan Ketua Biro Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPW LDII Kepri, Ust. Dr. Afi Parnawi, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, Afi mengupas tuntas konsep dasar wanita salehah yang diibaratkan sebagai perhiasan terbaik di dunia berdasarkan tuntunan agama. “Wanita salehah dihargai sebagai salah satu perhiasan terbaik dunia. Keutamaan mereka terletak pada kemampuannya untuk menerima nasehat, senantiasa mengingat kesalahan, dan memperbanyak beristighfar,” ujar Afi di hadapan para jemaah.
Ia juga merujuk pada Surat An-Nisaa’ ayat 34 serta sejumlah hadis sahih, di antaranya riwayat Muslim dan An-Nasai, yang menjelaskan bahwa ciri utama wanita terbaik adalah yang mampu menyenangkan hati suami, taat dalam koridor syariat, serta pandai menjaga diri dan kehormatan harta keluarga saat sang suami sedang tidak berada di rumah.
Peran Ibu sebagai Pendidik Pertama
Sesi pembekalan dalil kemudian dilanjutkan dengan tausyiah agama oleh Dewan Penasehat LDII Kota Batam, KH. Teguh Purnomohadi. Ia menekankan pentingnya kecantikan lahir dan batin bagi seorang istri, yang tidak hanya taat beribadah tetapi juga cakap dalam berkhidmat kepada suami. Menurut KH. Teguh, seorang istri yang salehah memegang peran fundamental sebagai teladan hidup bagi anak-anaknya. Karakter anak di masa depan sangat ditentukan oleh bagaimana seorang ibu mendidik dan merawat mereka sehari-hari. “Anak-anak tidak hanya menyusu dari sisi fisik, tetapi juga menyerap akhlak dan perilaku dari sang ibu. Oleh karena itu, memilih dan membentuk istri yang salehah adalah langkah awal paling krusial dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah,” tegas KH. Teguh.
Pembinaan Berkala dan Berkelanjutan
Dihubungi pada kesempatan yang sama, Ketua PC LDII Batam Kota, Wagimin, menjelaskan bahwa pengajian khusus kaum ibu ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan secara berkala. Tujuannya adalah jelas sebagai wadah pembinaan berkelanjutan guna memperkuat kualitas kehidupan keluarga di tengah dinamika perkotaan. “Pengajian ibu-ibu LDII diselenggarakan secara rutin sebagai sarana memperdalam ilmu agama, membangun akhlak yang baik, serta mempererat tali silaturahim. Peran ibu dalam keluarga sangat penting, sehingga pembinaan ini selalu menjadi perhatian bersama,” ungkap Wagimin.
Ia menambahkan, posisi ibu sebagai pendidik pertama di lingkungan keluarga menuntut adanya penguatan pemahaman agama yang matang. “Dengan bekal tersebut, kaum ibu diharapkan mampu berperan aktif dalam mencetak generasi penerus bangsa yang religius, berakhlak mulia, dan berkarakter kuat,” tutup Wagimin.

DPW LDII Kepulauan Riau Website Resmi DPW LDII Kepulauan Riau