DPW LDII Kepri Gelar Muswil dengan Protokol Kesehatan yang Ketat

DPW LDII Kepri menggelar Musyawarah Wilayah ke IV di Aula PIH Batam. Acara ini diadakan untuk mengevaluasi hasil kerja kepengurusan masa Bhakti 2015-2020 dan memilih kepengurusan masa bhakti 2020-2025 serta menyusun program kerja 2020-2025.

Acara ini juga digelar daring dan luring yang tentunya diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Setiap tamu dan peserta Muswil juga tampak mengenakan baju batik dengan menggunakan masker, face shield serta menjaga jarak.

Dalam kegiatan Muswil ke IV, Ketua Umum DPP LDII Criswanto Santoso mengatakan bahwa konsolidasi merupakan proses yang harus dilakukan oleh organisasi setiap 5 tahun sekali sesuai dengan UU Nomor 16 Tahun 2017 Tentang Organisasi Masyarakat. Adapun kegiatan konsolidasi kader ini diselenggarakan untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan terdahulu pada seluruh aspek dan juga memilih kader-kader di masa bhakti selanjutnya sehingga dapat mengambil langkah strategis kedepannya dengan menyusun program kerja selama 5 tahun ke depan. “Kapabilitas yang tinggi sangat diperlukan didalam sebuah organisasi,” ujarnya.

Heryadi Slamet kembali nakhodai DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kepri, periode 2020-2025. Heryadi mengatakan, terpilihnya kembali sebagai ketua DPW merupakan amanat anggota. Itu adalah kepercayaan yang diberikan untuk mengemban tugas selama lima tahun ke depan.

“Alhamdulillah, saya kembali diberikan kepercayaan untuk memimpin LDII Kepri, tentu harapan lembaga ini lebih baik lagi ke depan. Termasuk dalam menjalankan tugas dan program kerja yang sudah diberikan pusat,” ujarnya.

Dengan mengusung tema Kontribusi Berkelanjutan LDII Kepulauan Riau dalam Mewujudkan Kepri sebagai Bunda Tanah Melayu yang Sejahtera, Berakhlak Mulia, Ramah Lingkungan dan Unggul di Bidang Maritim, LDII diharapkan bisa hadir dan memajukan serta ikut berperan di Kepri.

Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso, berharap, kepemimpinan di periode baru ini bisa mensejajarkan dengan program kerja yang diharapkan pusat. Untuk program kerja, sudah tentu harus menyesuaikan dengan keadaan saat ini. LDII memiliki peran dan aktif dalam mendukung program pemerintahan.

Terkait Pilkada 2020, Chriswanto Santoso menekankan bahwa secara organisasi LDII netral aktif, “Artinya, LDII tidak berafiliasi dengan parpol atau calon kepala daerah manapun. Tapi, warga LDII didorong untuk menyalurkan aspirasi politiknya dan dilarang golput atau tidak memilih,” ujar Chriswanto.

Netral aktif dilakukan LDII, sebagaimana ormas Islam lainnya, menurut Chriswanto untuk menjaga kerukunan, kekompakan, persatuan dan kesatuan masyarakat, “Jangan sampai, pesta demokrasi justru memecah belah bangsa,” imbuhnya. Ia mengingatkan, setiap calon memiliki itikad baik, yang bisa dilihat dari program kerja mereka.

Jadi, masyarakat tidak harus terpecah belah karena fanatisme, “Dalam ilmu politik, kekuasaan ditujukan untuk mencapai cita-cita masyarakat yang makmur dan sejahtera. Hal tersebut tercermin dari program kerja para kontestan,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.