
Denpasar – Wakil Ketua DPW LDII Kepulauan Riau (Kepri) H. Haikal Hamid melakukan kunjungan silaturahim ke DPW LDII Bali, Jumat (3/7/2026) pagi. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memperkuat ukhuwah Islamiyah antarpengurus wilayah LDII di Indonesia.
Haikal diterima langsung oleh Wakil Ketua DPW LDII Bali, H. Agus Permadi, di Gedung Serbaguna LDII Bali, Padangsambian, Denpasar Barat. Pertemuan berlangsung selama sekitar 60 menit dengan suasana akrab.
Dalam pertemuan itu, kedua pimpinan wilayah sepakat pentingnya mengedepankan persamaan di tengah keberagaman pandangan umat Islam. Menurut keduanya, solidaritas dan persaudaraan menjadi energi kolektif agar masyarakat bisa saling mendukung dan bangkit bersama dari masa-masa sulit.
Paparan DPW LDII Kepri
Haikal menjelaskan, DPW LDII Kepri resmi terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbanglinmas) Provinsi Kepri sejak 31 Oktober 2005. Sejak saat itu, kepengurusan LDII Kepri telah berganti tiga periode kepemimpinan.
“Kepemimpinan DPW LDII Kepri sudah tiga periode, yaitu H. Abdul Manaf Chan pada 2005-2015, kemudian H. Heryadi Slamet pada 2015-2025, dan saat ini dilanjutkan H. Rulifa Syahroel sejak 2025,” kata Haikal.
Ia menambahkan, dari tujuh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kepri, LDII sudah memiliki kepengurusan DPD di enam wilayah, yakni Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, Natuna, dan Lingga. Di bawahnya terdapat 19 Pimpinan Cabang (PC) tingkat kecamatan dan 2 Pimpinan Anak Cabang (PAC) tingkat kelurahan.
Haikal menyebut, seluruh tingkatan kepengurusan LDII Kepri aktif menjalankan delapan program pengabdian utama. Program itu mencakup bidang pembinaan keagamaan dan karakter akhlak, pendidikan umum, kesehatan, sosial, hingga lingkungan.
“Kami mengintensifkan pengajian Al-Qur’an dan Hadis yang diintegrasikan dengan bimbingan akhlakul karimah untuk menumbuhkan pemahaman agama yang kuat sekaligus toleran,” ujarnya. Hal itu dilakukan sebagai penerapan konsep “Tri Sukses Generasi Penerus LDII” yakni alim-faqih, berakhlak mulia, dan mandiri, serta “29 Karakter Luhur LDII”.
Selain pembinaan keagamaan, kata Haikal, LDII Kepri juga rutin menggelar pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi generasi usia produktif untuk mendukung kemandirian mereka. LDII Kepri juga aktif menginisiasi program bakti sosial, kemanusiaan, dan dakwah kemasyarakatan yang berorientasi pada kerukunan umat.
Belajar dari Moderasi Beragama ala LDII Bali
Sebagai organisasi masyarakat (ormas) Islam yang berdiri lebih dahulu dan memiliki wilayah kerja lebih luas, LDII Bali menghadapi tantangan kehidupan beragama yang kompleks akibat arus informasi global, pluralisme, dan digitalisasi. Hal ini menjadi salah satu pelajaran yang ingin digali DPW LDII Kepri.
Agus Permadi memaparkan, LDII Bali merespons tantangan perbedaan tersebut melalui dialog, menjaga toleransi, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan agar tercipta harmoni di tengah masyarakat majemuk.
“Dalam penguatan moderasi beragama, kami selalu berpedoman pada empat pilar, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan adaptif terhadap budaya lokal,” jelas Agus.
Dalam pembinaan generasi muda, lanjut Agus, LDII Bali mengedepankan tiga aspek utama yaitu pemahaman ilmu agama yang kuat, ilmu keduniaan, dan pembentukan karakter luhur. Menurutnya, ketiga aspek itu penting agar generasi muda mampu berinteraksi positif di tengah masyarakat modern.
Di akhir pertemuan, Agus menegaskan LDII Bali selalu mengedepankan dialog dan sinergi dengan berbagai pihak. “LDII selalu terbuka dan dapat diajak bekerja sama dengan berbagai elemen bangsa, pemerintah, dan tokoh lintas agama guna merawat kerukunan dan menjaga kesatuan NKRI,” pungkasnya.

DPW LDII Kepulauan Riau Website Resmi DPW LDII Kepulauan Riau