Batam (27/4/2026) Dalam rangka silaturahim syawal, DPW LDII Prov. Kepri mendapatkan kunjungan kehormatan dari Ketua Ketua Bidang Komisi Hubungan Ulama dan Umara (Komhub/HUU) MUI Jawa Timur sekaligus Pengasuh Ponpes Luhur At-Tholibin, Rungkut-Surabaya, KH. Drs. Abd. Mutholib pada hari Jum’at, 27 Maret 2026 di Ponpes Abdul Dhohir, Sekupang-Batam. Acara yang berlangsung dalam suasana keakraban dan penuh persaudaraan ini berlangsung di Kantor DPW LDII Kepri sampai menjelang sholat Jum’at. Dalam pertemuan itu Ketua DPW LDII Kepri, dr. H. Rulifa Syahroel juga didampingi oleh Dewan Penasehat LDII Kota Batam, Drs. H. Yuri Pranoto. Kepada tamu juga dipaparkan tentang sejarah berdirinya ponpes sampai berkembang saat in menjadi SMP/ SMA Budi Luhur Boarding School.Setelah melaksanakan sholat jum’at di masjid ponpes, acara dilanjutkan dengan perkenalan singkat dan tausyiah agama oleh KH. Drs. Abd. Mutholib.
Dalam tausyiahnya dia menggaungkan pentingnya toleransi antar sesama ormas Islam (tasamuh) yaitu dengan menjaga persatuan umat (ukhuwah Islamiyah), menghindari konflik internal akibat perbedaan pandangan furu’iyah (cabang agama), dan memperkuat dakwah. Sikap ini menciptakan kedamaian sosial, mempererat solidaritas, serta mewujudkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Toleransi dalam hal ini mencakup penghormatan terhadap keragaman cara pandang, selama masih dalam koridor syariat yang luas. Hal ini juga mencakup komitmen untuk saling menghargai perbedaan faham tanpa mengurangi akidah masing-masing, pungkas Mutholib. Toleransi antar sesama umat Islam (intra-agama) sama pentingnya dengan toleransi antar umat beragama. Oleh karena itu Mutholib mengajak ormas lain untuk menjaga suasana rukun dan damai dengan mengutamakan dialog dan saling menghormati perbedaan pandangan.Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPW LDII Kepri. Rulifa Syahroel.
Dia menyampaikan bahwa selama ormas Islam memiliki komitmen terhadap NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika, maka perbedaan mazhab atau pandangan keagamaan harus disikapi dengan toleransi, bukan perpecahan. Untuk itu LDII selalu mengingatkan dan mengajak seluruh ormas Islam di Indonesia untuk memperkuat Islam moderat (wasathiyah) dan menjauhkan diri dari paham radikalisme atau ekstremisme yang dapat merusak keharmonisan umat. Selanjutnya Rulifa juga menambahkan bahwa Toleransi (tasamuh) merupakan implementasi dari makna QS.Al-Baqarah; 256 tentang Islam sebagai Rahmatan lil ‘Alamin, yang yang mewujudkan kedamaian, menghormati hak asasi manusia, dan mencegah konflik dalam masyarakat majemuk.Setelah tausyiah, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama dengan seluruh jamaah sholat jum’at. Tampak hadir disana, Ketua Dewan Penasehat LDII Kota Batam, H. Santoso, SH dan Ketua Ponpes Abdul Dhohir, H. Agus Hardanto. Acara silaturahim ditutup dengan makan siang bersama.
keterangan foto ( pengurus mui jatim bersorban hijau)

DPW LDII Kepulauan Riau Website Resmi DPW LDII Kepulauan Riau