
BATAM — Di tengah tantangan dakwah yang semakin kompleks, Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kota Batam terus memperkuat kualitas sumber daya manusia para pendakwahnya.
Lewat pembekalan khusus bagi seluruh mubaligh dan mubalighat di Kota Batam, organisasi ini menegaskan komitmennya bahwa dakwah bukan sekadar menyampaikan ceramah, melainkan upaya strategis membangun peradaban berlandaskan ilmu, akhlak mulia, dan keteladanan nyata.
Kegiatan pembinaan yang diselenggarakan di Masjid Miftahul Huda, Bengkong, Batam, pada Senin (18/8/2026), ini diikuti dengan antusias oleh lebih dari 200 mubaligh dan mubalighat dari delapan Pimpinan Cabang (PC) LDII se-Kota Batam. Acara ini merupakan bagian dari program konsisten untuk meningkatkan kualitas dakwah berbasis Al-Qur’an dan Hadis sahih.
Datangkan Ulama Sentral dari Jakarta dan Karawang
Untuk memaksimalkan materi pembekalan, LDII Batam mendatangkan dua ulama handal dari pusat, yakni KH. Akri M. Isnan dari Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Pondok Gede, Jakarta, dan KH. Imam Baihaqi dari Pondok Pesantren Sumber Barokah, Karawang.
Acara yang dihelat selepas shalat Isya berjamaah ini diawali dengan pembacaan kalam Ilahi oleh Ustaz Ibad, dilanjutkan dengan sambutan pembukaan resmi oleh Dewan Penasehat LDII Batam, H. Teguh Purnomo Hadi.

Bekal Empat Pilar Kompetensi Mubaligh
Dalam pemaparannya, KH. Akri M. Isnan menekankan pentingnya penguasaan empat pilar utama bagi para mubaligh-mubalighat dalam menjalankan misi keagamaan di tengah-tengah masyarakat modern.
- Pemahaman Sumber Hukum Islam: Mubaligh wajib menguasai bacaan, makna, tafsir, serta keterangan hukum dari Al-Qur’an dan kumpulan hadis pilihan agar isi dakwah valid dan akurat.
- Komunikasi Efektif: Pesan agama harus disampaikan menggunakan bahasa yang santun, mudah dipahami, serta dengan pendekatan yang lemah lembut.
- Akhlak dan Keteladanan: Menjadi figur panutan yang mengamalkan nilai-nilai Islam secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
- Kemandirian Hidup: Memiliki kecakapan hidup (life skills) dan kemandirian ekonomi agar dakwah berjalan profesional dan bermartabat.
Peran Strategis Mubaligh Sebagai Ujung Tombak Umat
Sementara itu, pada sesi pembekalan kedua, KH. Imam Baihaqi menyoroti posisi krusial para mubaligh dan mubalighat sebagai garda terdepan penjaga kemurnian ajaran Islam yang selaras dengan prinsip Ahlussunnah wal Jamaah.
“Sebagai pendidik dan pembimbing, seorang mubaligh harus mampu mendidik akhlak, mengajar ilmu agama secara terstruktur, serta mengawal kualitas moral generasi penerus agar memiliki fondasi keagamaan yang kuat,” tegas KH. Imam Baihaqi di hadapan ratusan peserta.”
Menjelang akhir acara, KH. Imam Baihaqi juga membagikan sejumlah strategi praktis berdakwah. Ia mengingatkan pentingnya kemahiran membaca dan menghafal sumber hukum Islam, kemampuan membangun silaturahim yang erat dengan jamaah, serta menjaga profesionalisme dakwah yang dilandasi niat ikhlas semata-mata untuk kemaslahatan umat. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama.

DPW LDII Kepulauan Riau Website Resmi DPW LDII Kepulauan Riau