Ribuan Warga LDII Kepri Padati Pengajian Akbar, Gubernur Ansar Ahmad Ajak Persiapan Diri Sambut Ramadan


Batam – Ribuan warga Lembaga Dakwah Islami Indonesia (LDII) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memadati Pondok Pesantren Abdul Dhohir, Sekupang, dalam gelaran Pengajian Akbar Hadist Sunan Abu Daud, Minggu (18/1/2026). Acara ini menjadi momentum penguatan SDM profesional religius demi mewujudkan visi Kepri yang maju, makmur, dan merata.

Ketua DPW LDII Kepri, dr. H. Rulifah Syahroel, Sp.A, S.H., mengungkapkan bahwa lebih dari 3.000 peserta dari Kota Batam turut hadir dalam kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen warga LDII untuk berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Masyarakat LDII Kepri siap berkontribusi mewujudkan sumber daya manusia yang profesional religius menuju Kepulauan Riau yang maju, makmur, dan merata,” ujar dr. Rulifah di hadapan para jamaah.

Pada kesempatan tersebut, dr. Rulifah juga menyampaikan rencana strategis organisasi mengenai pembangunan Graha LDII Kepri. Ia secara khusus memohon doa restu dan dukungan kepada Gubernur Kepri yang turut hadir dalam acara tersebut agar fasilitas pusat dakwah ini dapat segera terealisasi.

Pesan Gubernur Ansar Ahmad
Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., memberikan apresiasi atas antusiasme warga LDII. Bertepatan dengan momen peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, Gubernur mengajak jamaah untuk mengambil hikmah dari perjalanan agung tersebut sebagai bekal spiritual.

“Mari kita jadikan peringatan Isra Mikraj ini sebagai sarana memperbaiki diri. Saya juga mengucapkan selamat menyambut dan mari kita persiapkan diri sebaik-baiknya menghadapi bulan suci Ramadan yang segera tiba,” kata Ansar Ahmad.

Siraman Qolbu: Sholat sebagai Penenang
Acara semakin meriah dan khidmat dengan kehadiran penceramah kondang, Ustaz Abdil Muhadir Ritonga, S.Pd.I., M.Pd.I. Dalam ceramahnya mengenai Isra Mikraj, ia mengupas tuntas esensi ibadah sholat.

Ustaz Muhadir mengingatkan jamaah untuk menghindari jenis sholat yang tidak berkualitas, seperti sholatnya orang munafik dan sholat yang dilakukan secara tergesa-gesa. Ia menekankan bahwa bacaan imam dalam sholat berjamaah pun harus bijak melihat kondisi makmum.

“Sholat seharusnya menjadi penenang jiwa. Jika dilakukan dengan benar, ia akan menjadi solusi atas segala persoalan hidup,” tuturnya. Ia juga memberikan nasihat khusus kepada para orang tua agar senantiasa meridai pilihan calon pasangan anak-anak mereka guna melancarkan proses pernikahan.


Kupas Hadist Sunan Abu Daud
Sesi pengajian inti disampaikan oleh Ustaz Zainendra yang membedah kitab Hadist Sunan Abu Daud mengenai tempat sholat. Ia menjelaskan bahwa Allah SWT telah menjadikan bumi sebagai tempat yang suci untuk bersujud.
“Bumi ini dijadikan tempat suci untuk sholat. Jadi, di mana pun kita berada, tidak ada alasan untuk meninggalkan ibadah karena khawatir tidak ada tempat. Tanah atau bumi itu pada dasarnya suci,” jelas Ustaz Zainendra.

Ia juga menyinggung perihal pakaian wanita muslimah yang panjang hingga menyentuh tanah sebagai bentuk menjaga aurat. Hal ini menurutnya tidak perlu dikhawatirkan mengotori kesucian untuk beribadah karena bumi memiliki sifat mensucikan.

Acara yang berlangsung tertib ini ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan Provinsi Kepulauan Riau dan kelancaran program-program dakwah LDII ke depannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *