Pengajian Umum  LDII se-Kota Tanjungpinang

DPD LDII Kota Tanjungpinang menyelenggarakan Pengajian Umum di Masjid Hidayatullah, Wiratno-Kampung Baru, Tanjungpinang pada Kamis (05/02/2026). Kegiatan yang bersifat hybrid ini diikuti oleh 200 orang warga LDII ke-Kota Tanjung Pinang. Dalam kesempatan itu, juga terlihat hadir Ketua DPD LDII Tanjung Pinang, H. Erwin Setyawan, Ketua Dewan Penasehat LDII Tanjung Pinang, H. Bambang Tumijo dan seluruh pengurus harian DPD LDII Tanjung Pinang.

Kegiatan pengajian yang dimulai pukul 20.00 WIB, dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh salah seorang generasi penerus LDII LDII Tanjung Pinang, Dirza. Setelah mendengarkan berkumandangnya ayat suci Al Qur’an, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengajian dan pemaknaan hadist-hadist shohih tentang khutbah oleh Ust. Deni Alfa Gunawan dan Ust Budi Tirto. SH selama 45 menit.

Dalam sambutan dan pengarahannya, H. Erwin Setyawan selalu mengingatkan agar seluruh warga LDII dimanapun berada untuk senantiasa dapat berkontribusi positif bagi agama dan bangsa. Hal yang paling mudah dilakukan warga LDII adalah dengan selalu menjaga kerukunan, kekompakan, dan kerja sama yang baik. Dia mengungkapkan bahwa kerukunan dan kekompakan adalah ciri orang beriman dan menjadi karakter calon ahli surga. “Jika warga LDII bisa rukun dan kompak, maka akan tercipta masyarakat yang harmonis dan kuat dalam menjalankan ajaran agama,” katanya. Pengajian umum seperti ini merupakan salah satu agenda rutin DPD LDII Tanjung Pinang sebagai upaya membangun masyarakat yang religius, rukun, dan solid sekaligus untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman, di akhir kata sambutan Ketua DPD LDII Tanjung Pinang.

Di akhir sesi, disampaikan nasehat agama oleh Ketua Dewan Penasehat LDII Tanjung Pinang. Dalam tausyiahnya,  H. Bambang Tumijo mengingatkan agar setiap warga LDII Tanjung Pinang dapat mengambil semua manfaat dari setiap materi pengajian. Dia juga mengingatkan semua warga menjauhi sifat-sifat buruk seperti prasangka, iri hati, gibah, dan adu domba. Ia menegaskan bahwa perilaku tersebut dapat merusak hubungan sesame warga dan menghapus amal baik seseorang. “Kerukunan dan kekompakan harus dijaga dengan sungguh-sungguh, karena itu adalah dasar untuk membangun komunitas yang kokoh,” tambahnya.

Untuk menjaga kerukunan dan kekompakan, H. Bambang Tumijo memberikan lima tips praktis, yaitu pertama berbicara dengan sopan santun dan menggunakan bahasa yang menyenangkan. Kedua, memiliki sifat jujur sehingga dapat dipercaya. Ketiga, bersikap sabar dan mengutamakan kerendahan hati. Keempat, tidak merusak hak orang lain, baik harta, kehormatan, maupun perasaan. Kelima, saling menjaga dan memperhatikan sesama. Jika lima prinsip tersebut diterapkan oleh seluruh warga LDII, maka kehidupan bermasyarakat akan penuh dengan kedamaian dan keindahan. “Dengan kerukunan dan kekompakan, kita akan lebih bersemangat dalam beribadah kepada Allah SWT dan mewujudkan lingkungan yang harmonis,” jelasnya. Acara pengajian berakhir pukul 21.30 WIB setelah pembacaan doa oleh H. Bambang Tumijo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *